Budidaya Ikan Lele Dengan Sistem Bioflok

Budidaya ikan lele secara bioflok adalah membudidayakan ikan dengan menumbuhkan mikroorganisme untuk mengolah limbah budidaya yang dihasilkan menjadi gumpalan-gumpalan kecil yang bermanfaat sebagai makanan untuk ikan. Pertumbuhan mikroorganisme tersebut dilakukan dengan memberikan kultur bakteri non pathogen dan memasang aerator yang akan menyuplai oksigen pada kolam ikan.

Membuat kolam sebagai media pembenihan ikan lele Bioflok

Untuk membuat kolam dengan harga yang terjangkau bisa gunakan kolam dari terpal. Ukurannya pun bisa disesuaikan dengan lahan yang digunakan. Untuk ukuran 1 mᶾ dapat menampung 1000 ekor lele dan sebaiknya jangan terlalu padat menampung benih ikan. Pada kolam sebaiknya dipasang atap untuk menghindari air kolam dari panas matahari dan air hujan. Sinar matahari dan air hujan dapat merusak kondisi air kolam. Gunakan peralatan tambahan seperti mesin aerator untuk memasukan oksigen dalam air.

budidaya-ikan-lele-sistem-bioflok

Isilah kolam dengan air setinggi 80-100 cm. Untuk bisa menumbuhkan mikroorganisme bisa gunakan probiotik. Pada hari selanjutnya, masukanlah probiotik atau bakteri pathogen 5 ml/mᶾ seperti POCBMW. Keesokan harinya, masukan prebiotik atau pakan bakteri yaitu molase 250 ml/mᶾ dan pada malam harinya tambahkan cairan dolomite 150-200 gram/mᶾ. Diamkan air tersebut selama 7-10 hari supaya mikroorganisme bisa tumbuh dengan baik. Nantinya akan tumbuh jentik-jentik mikroorganisme baru bisa dilakukan penebaran benih ikan. Bila dirasakan keasaman kolam meningkat maka harus dinetralisir dengan garam dan kapur supaya kualitas air terjaga.

Induk yang digunakan sangat menentukan keberhasilan budidaya secara bioflok. Gunakan benih ikan lele yang berasal dari induk unggulan atau berasal dari satu induk yang sama. Benih ikan lele yang sehat adalah memiliki gerakan yang aktif, ukuran dan warna seragam, organ tubuh lengkap, dan memiliki bentuk proporsional dengan ukuran 4 – 7cm. Setelah dilakukan penebaran benih ikan lele, keesokan harinya tambahkan probiotik 5 ml/m3 ke dalam air kolam.

Untuk tahapan selanjutnya, perawatan pada benih ikan lele masih dilakukan. Perawatan benih ikan lele selanjutnya adalah setiap 10 hari sekali berikanlah probiotik 5 ml/mᶾ, ragi tempe 1 sendok makan, ragi tape 2 butir dan malam harinya tambahkan dolomite 200-300 gr/mᶾ

Setelah ukuran benih ikan lele mencapai 12 cm atau lebih, setiap 10 hari sekali masukan probiotik 5 ml/mᶾ, ragi tempe 2-3 sendok makan, ragi tape 6-8 butir dan malam harinya tambahkan dolomite 200-300 gr/mᶾ. Pemberian ragi tempe dan ragi tape harus dilarutkan kedalam air.

Dalam budidaya ikan lele yang harus diperhatikan adalah pakan ikan yang diberikan. Pemberian pakan harus diperhatikan dengan baik agar dapat mencapai hasil produksi yang maksimal dan sesuai keinginan. Gunakan pakan yang berkualitas baik dengan ukuran pakan disesuaikan lebar mulut ikan lele. Ikan lele diberikan makan dua kali sehari. Sebaiknya diberikan pagi hari sebelum matahari terbit dan pada sore hari. Pemberian pakan pada ikan lele jangan sampai terlalu banyak karena ikan bisa menjadi kekenyangan. Setiap seminggu sekali ikan boleh untuk tidak diberikan pakan.  Sebelum diberikan pakan sebaiknya pakan difermentasi terlebih dahulu dengan probiotik. Setelah flok terbentuk maka pemberian pakan dapat dikurangi menjadi 30%.

Para peternak lele bisa mencoba budidaya ikan lele secara bioflok karena sistem ini sangat menguntungkan karena dapat menghasilkan ikan lele 10 kali lipat dari sistem budidaya biasa yang dilakukan. Sistem budidaya ini bisa dicoba apalagi bagi para peternak yang ingin mencari cara budidaya ikan lele yang bisa menghasilkan produksi ikan lele lebih besar.

Incoming search terms:

  • cara memasang aerator
  • kolam ikan sistem bioflok
Budidaya Ikan Lele Dengan Sistem Bioflok | ikanlele | 4.5