Jenis Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Nila

Posted on

Kebiasaan Makan Ikan Nila | Makanan adalah unsur yang sangat penting untuk pertumbuhan makhluk hidup termasuk ikan di dakamnya ikan nila karena makanan berfungsi dalam pertumbuhan sel organisme. Makanan itu sendiri ialah organisme, bahan, maupun zat yang dimanfaatkan oleh ikan sebagai penunjang kehidupan bagi organ tubuhnya. Sehingga, penting sekali kita mengetahui apa saja jenis makanan yang menjadi kebiasaan atau favorit ikan nila agar anda yang hendak budidaya ikan nila bisa mengetahui dan memahami betul makanan yang bagus bagi pertumbuhannya.

Nila adalah jenis ikan yang bisa dibilang paling mudah dalam pemeliharaannya, tidak perlu banyak perawatan kalau hanya sekedar agar tetap hidup, lebih tahan terhadap cuaca dan mudah berkembangbiak.

Ketahui kebiasaan makanan ikan nila kecil maupun dewasa dengan mempelajari ulasan berikut ini :

Kebiasaan Makan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Pada dasarnya, kebiasaan makan ikan nila ini adalah makanan alami berupa plankton tumbuh-tumbuhan lunak seperti hydrilla, klekap dan ganggang sutera, ia juga memakan jenis makanan perifiton, dimana ia sering mencari makanan di siang hari. Dengan kebiasaannya tersebut, maka ikan nila termasuk jenis ikan pemakan segala atau omnivora.

Jika anda hendak membuat budidaya ikan maka hal yang perlu diperhatikan mengenai pakan ikan nila agar cepat besar adalah jenis pakan yang mengandung protein sebanyak 20 – 25 %. Namun perlu anda perhatikan juga bahwa kebiasaan makan ikan ini berbeda-beda, tergantung pada tingkat usianya.

Untuk nila yang berbentuk benih, ia lebih suka memakan zooplankton yaitu kelompok binatang dengan ukuran yang sangat kecil yang mengapung bebas di atas perairan dan bersifat heterotrof (tidak dapat memproduksi makan sendiri) seperti copepoda, rototaria dan cladocera. Adapun nila dengan ukuran besar ia biasa makan makanan baik makanan alami yang ada di air atau pun makanan buatan seperti pelet, tepung ikan dan lain-lain.

Kebiasaan makan ikan nila yang lain ialah ia tidak hanya memakan makanan yang bersifat alami akan tetapi juga biasa memakan makanan buatan sebagai tambahan seperti ampas kelapa, dedak, tepung bungkil dan lain-lain.